
Balangan, 23 Agustus 2025 – Suasana di PAUD IT Permata Hati pada Sabtu pagi terasa berbeda dari biasanya. Sebanyak 50 pendidik dari unit TPA, KB, dan TK yang berada di bawah naungan Yayasan Al Izzah Balangan tampak antusias mengikuti Lokakarya Numerasi bertajuk “Menumbuhkan Pohon Numerasi Sejak Dini”.
Acara ini digagas oleh Yayasan Al Izzah Balangan melalui Bidang Pembinaan dan Kepegawaian dengan tujuan membekali para pendidik strategi inovatif dalam pembelajaran numerasi. “Kemampuan numerasi adalah salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki anak sejak usia dini,” ujar Norlatipah, M.Pd., Pengurus Yayasan Bidang Pembinaan dan Kepegawaian, saat membuka kegiatan.
Filosofi Pohon Numerasi
Lokakarya yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.45 WITA menghadirkan narasumber inspiratif, Reza Fahdina, M.M., seorang Analis SDM Aparatur sekaligus guru matematika berprestasi. Dengan pendekatan ceramah, cerita, diskusi, dan simulasi yang interaktif, Reza menyampaikan konsep utama “Pohon Numerasi”.
Ia menekankan bahwa PAUD adalah “akar” dari proses belajar yang kelak akan menghasilkan “buah” berupa prestasi di masa depan. “Akar numerasi bukan sekadar hafalan angka, melainkan pengalaman nyata yang membangun logika seperti mencocokkan, memilah, mengurutkan, membandingkan, mengenali pola, dan kesadaran ruang,” jelasnya.
“Sebagaimana sholat yang menjadi akar iman, numerasi adalah akar dari kemampuan berpikir logis. Tugas kita di PAUD adalah menanam dan merawat akar itu dengan baik,” tegas Reza.
Antusiasme Peserta
Gagasan tersebut disambut positif oleh peserta. Nur Ikhsanifa, Kepala PAUD IT Permata Hati, menyampaikan kesan mendalamnya.
“Dari pohon numerasi kami belajar bahwa PAUD punya peran super penting sebagai akar numerasi anak ke depannya, dan pendidik siap menjadi petani hebat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Helmaliana, salah satu peserta. “Alhamdulillah, pemateri menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami. Pemikiran saya menjadi lebih terbuka tentang pentingnya numerasi bagi anak usia dini, terutama dalam melatih logika untuk memecahkan masalah,” ujarnya.
Dukungan Yayasan dan Harapan
Di kesempatan terpisah, Tofik Ludiyanto, S.Pd., Ketua Yayasan Al Izzah Balangan, menegaskan pentingnya lokakarya ini dalam memperkuat kompetensi guru.
“Tujuannya adalah membekali guru dengan strategi pembelajaran numerasi yang menyenangkan dan kontekstual, serta membangun fondasi berpikir logis, kritis, dan sistematis pada anak,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Yayasan berencana mengadakan sharing session tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran numerasi di tingkat PAUD. Dengan semangat yang terus menyala, para pendidik yang diibaratkan sebagai “petani” siap menumbuhkan pohon-pohon numerasi yang kokoh untuk masa depan generasi penerus.

